Sagara Neighbourlist Nov 2017 – 7
Sagara Neighbourlist Nov 2017 – 4

Sagara Bootmaker‘s first ever Instagram contest ‘Operation Skull and Bomb’ has nearly come to its end after running for almost 1 month. Collaborated with Oldblue Co., Stockroom: Trade & Dishes and us, the contest consists of 4 missions with different themes.

As we all know, Indonesia’s economy is ascending day by day thanks to movement of the independent creative industry. Every component in the industry works together to pursue the same vision: to elevate Indonesia’s name in the international market in their own way, such as Sagara Bootmaker and Oldblue Co. as two of the local brands which focuses on producing high quality goods. To support the brands, there is Stockroom: Trade & Dishes with their role as a vessel for local brands to showcase and sell their products, and also us – Neighbourlist – as a media which provides all the information related to the whole industry. Not only that, everyone can also give a contribution to the industry to help them grow bigger and better each day even with just simple sentences.

That is why for the fourth mission of Operation Skull and Bombs, every contestant has to post their opinion, hopes or dreams for Indonesia’s local creative industry on the comment section right below this article. The mission starts today, November 28th until December 1st. We will drop a message on every contestant’s inbox who has shared their opinion with us on the comment section below and expect to see the last part of the code needed for the secret gathering location for #WarhorseOSNB or the encrypted website link for #WarbirdsOSNB. Congratulations for every contestant who has come this far, we wish you guys good luck for the final mission. Again, here are some of the submission for the latest mission.

A post shared by Anugrah Pratama (@prtmangrh) on

A post shared by @satriaamp on

A post shared by The Desert Rider (@the.dsrtr) on

A post shared by R Adhita Mahardika (@adhit_507) on

The Last Mission of Sagara Bootmaker's Operation Skull and Bombs: Now it's Our Turn.
Reader Rating 10 Votes
  • Satria Megananda Purnama

    Today is modern era, which openess and collaboration being the key to conquer the market and grow the industry, in my opinion. I hope that in the nearest future, every Indonesian creative industry stakeholder would like to throw away their ego and collaborate with others. So in the end our whole industry will be growing fast, not only several brands or stakeholders. Keep up the good work guys!

  • Jerome Kwek

    Coming from Singapore, I have always looked up to Indonesia’s fashion scene with huge potential. I am a HUGE fan and have been highly addicted to shopping for local (Indonesian) products. I am quite certain that more than 50% of my fashion arsenal come from Indonesia. Why? Because Indonesian products have a great balance of reasonable price points and high quality of products to last for years. Definitely, I am confident that I will continue shopping for Indonesian made products for a long time! Kudos to all local (Indonesian) brands, stockists and media for making this possible!

  • Boby Harold Prayogo

    Saat ini lokal kreatif indonesia sudah cukup baik dan sangat berkembang sehingga tidak kalah dari produk produk luar negeri, di Indonesia lokal brand sendiri sudah berkembang pesat dan memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk asing namun harapan saya kedepan bahwa lokal brand dari indonesia dapat lebih kreatif lagi dengan memadukan budaya asli indonesia yang dikemas dengan versi modern namun tidak melupakan keaslian budaya indonesia tersebut, sehingga dapat tetap membawa budaya indonesia ke level internasional dan bersaing dengan produk luar negeri.

    Currently creative local Indonesia is good enough and very developed. In Indonesia local brand itself is growing rapidly and has a quality that can compete with foreign products. My hope in the future that local brands from Indonesia can be more creative by combining indigenous Indonesian culture packed with modern versions but not forgetting the authenticity of Indonesian culture, so as to keep bringing Indonesian culture to international level and compete with foreign product.

  • DEPE

    Berbicara tentang industri kreatif saat ini adalah pembahasan yang sangat menarik. Karena industri kreatif saat ini sedang menjadi pusat perhatian pemerintah untuk menambah pemasukan negara terhadap PDB Indonesia. Kenapa industri kreatif? Karena industri kreatif Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara lainnya. Menurut hemat saya, perlu adanya perubahan pada pola pikir produksi industri kreatif Indonesia yang memiliki kecenderungan pada kuantitas, bukan kualitas. Padahal, untuk merambah ke pasar internasional, kualitas adalah hal sangat diperlukan untuk bersaing dengan berbagai produk dari negara lain. Untuk saat ini, menurut pandangan saya, Sagara dan Old Blue menjadi salah satu industri kreatif yang mengedepankan kualitas, bukan kuantitas. Karena dari apa yang saya lihat, kedua brand ini banyak berbicara pada kualitas produknya yang dimana mampu bersaing di pasar internasional. Para pemain industri kreatif juga harus mempertimbangkan untuk mendaftarkan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) produknya, untuk menghindari masalah masalah paten simbol/logo brand yang belum lama ini terjadi. Bagi saya, ‘quality over quantity’ adalah kunci bagi industri kreatif untuk bisa berjaya di pasar internasional. Jaya terus industri kreatif Indonesia!

    – M Rizky Dwi Putra (@mrizkydepe)

  • Sangbimo aditya r

    pada saat ini local brand Indonesia sudah sangat berkembang, banyak brand-brand asal Indonesia yang sudah mendunia seperti Sagara dan Oldblue co. perkembangan dunia fashion sangat dinamis akan tetapi menurut sudut pandang sayang kedua brand diatas yang saya sebut tadi tetap mempertahankan “identitas” dari awal brand tersebut dibangun. hal itulah yang menurut saya penting sebagai titik awal dalam mengembangkan brand local Indonesia.
    Identitas yang dibawa kedua brand memberikan pengaruh kuat dalam pasar konsumen di Indonesia dan di dunia. Identitas sungguh sangat penting dalam membangun sebuah brand besar agar local brand dapat membuat pasar mereka sendiri tanpa harus mengikuti pasar yang sedang naik daunnya, sejak saya sering membaca forum-forum tentang fashion saya mulai menyadari bahwa brand Indonesia sudah sangat mumpuni dalam menghasilkan bara-barang fashion yang berkualitas sehingga saya cukup optimis dengan brand-brand local Indonesia dapat memberikan suatu karya seni didalam bidang fashion untuk dunia dan dapat perhatian lebih di pasar Internasional sehingga negara Indonesia tidak dipandang sebagai negara dunia ketiga saja akan tetapi sebagai penghasil/ asal brand-brand ternama di dunia.
    akan tetapi semoga kelak dimasa depan brand-brand local Indonesia tetap memiliki “identitas” yang menandakan “Ini brand Indonesia loh” yang dapat kita pakai dengan bangga !!!!

    mission 4 : victory !!!
    #operationskullandbombs #WarhorseOSNB #support #localbrand #Indonesia

  • Raka Siga Panji Pradsmadji

    One word to describe Indonesia’s creative industry: Prepared. People have been appreciating &
    Exhibiting their interest on what local creatives offer.
    Rugged, tailored, casual, you name it we have it.
    A way to support this is for local youths to become
    Their own brand ambassadors for local brands,
    Inspire and invite other people to buy/use and be
    Open for local brands to play parts in their daily lives.
    Now. Not tomorrow nor later, buy local brands.

    Show your Support.
    Kick away your mindset that local produce is inferior.
    Ultimately, many Multi National Corporation comes to
    Look at our local craftsmen’s skill to set their
    Lines of production here. So why shouldn’t we?

    Another highlight for us to remember is that all the
    Net profit goes back to our own people. So you are
    Doing a great deed of stimulating our local economy.

    Be a smart consumer, and always provide
    Opportunity for local brand(s) to grow.
    Much like any other industries that needs to grow,
    Buying local creative’s products is the best way in
    Showing your support.

    This contest provides such a fun and chiallenging experience that can inspire other local brands and creatives to stimulate sales. Proven by the records of their purchase, many boots enthusiast have sought to Sagara Bootmakers to fulfill their needs.

    We are Prepared. It is time to show the world that Indonesian artisans are worthy to compete in the global market.

    Mission 4: completed.

    #warbirdsOSNB #OperationSkullAndBombs #sagarabootmakers #neighbourlist #stockroomjakarta

    • Jean Tora Thosan

      Luar biasa

  • Peter Sutedja

    There’s so many local brands now. You can find a market event being held here in Jakarta on (almost) weekly basis, and you can find a lot of brands mushrooming. But there are brands that emerges from the rest, those has strong identity that are distinguishable from other brands, as well as being meticulously made. There are such local brands with those qualities, and I am proud user.

    I think it’s important for to raise the awareness on the quality local brands here to the people. On a side note, I think local brands can improve on the customer support side (ie. faster turnaround on queries, more intensive communications with customers and more understanding on the product itself). I have no doubt in the future of local brands here, and excited to see how it would develop in few years down the road.

    @the.dsrtr for Operation Skull and Bones Mission 4

  • Anugrah Pratama

    Perkembangan local brand sangat cepat, walaupun pada saat ini menurut saya banyak brand hit n run dan banyaknya produk “homogen” yang minim idientitas. Saya berharap brand local dapat tetap berkembang semakin besar dengan tetap pada “akarnya” sebagai idientitas, baik brand tersebut maupun produk-produk yang diproduksi.

    mission 4 :
    #operationskullandbombs #WarhorseOSNB #sagarasquadron

  • Adam Rahmansyah

    Saya dulu termasuk salah satu orang yang berpikir bahwa produk Indonesia masih kalah dibandingkan dengan produk luar negeri yang dijual secara umum di Indonesia. Namun pemikiran tersebut berubah semenjak saya menemukan berbagai brand Indonesia yang menawarkan produk kreatif dengan kualitas yang sangat baik.

    Saat ini, saya sebisa mungkin akan mencari brand lokal untuk produk-produk kreatif guna mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia.

    Operation Skull and Bombs: Mission 4

  • R Adhita Mahardika

    Berawal dari pemikiran skeptis “gila, sepatu apaan nih 2jt an buat diinjek doang dan barang2 local brand kelas premium lainnya” mungkin pemikiran seperti ini masih mayoritas di Indonesia, karena memang demandnya lebih banyak ke arah “brotherland” dan sekitarnya. Yg penting pantes aja dipake. Sampe pada akhirnya mencari tau sendiri, apa sih yg buat suatu barang itu bisa dinilai mahal, karena saat itu masih berpatokan dengan fast fashion, mahal itu karena “brand”nya ternama.
    Dengan adanya media-media / forum yang menjelaskan secara detail dibumbui dengan knowledge dan sejarahnya jadi bisa menjembatani pemikiran saya untuk hilang dari pemikiran skeptis itu. Dan pada akhirnya mendorong saya untuk meyakinkan temen2 yang masih skeptis dan dominan ke arah “hypebeast”.

    Di era industri kreatif yg mendapat dukungan langsung dari pemerintah, ini menjadi babak baru buat pelaku local brand untuk lebih dikenal dan dimengerti oleh masyarakat. Ya seperti pengalaman saya sendiri ini, tantangannya bagaimana menjemput customer utk menggunakan local brand sebagai fashion mereka dan tentunya peran kita sendiri untuk influence ke orang lain, karena saat ini mayoritas masih bangga menggunakan fast fashion merk dari luar negeri yg menurut saya masih mengedepankan brand nya itu sendiri, memang penting brand image, tetapi quality dan durability juga tak kalah penting serta didampingi inovasi, agar konsumen teredukasi dan juga menghargai hasil karya dan pengrajin di negeri sendiri yang berdampak langsung pada perekonomian Indonesia.

    Harapan nya, untuk para pelaku industri lokal agar tetap melakukan inovasi, edukasi dan juga eksistensi terhadap produk yang dibawanya, tidak merasa puas dengan berada di zona nyaman dan selalu beradaptasi dengan persaingan pasar global.

    Mimpinya, agar local brand tidak hanya digunakan oleh masyarakat Indonesia saja, tetapi juga di luar sana dan unggul layaknya mayoritas masyarakat Indonesia ini yang bangga menggunakan produk luar.

    Mission 4 #operationskullandbombs

    – R Adhita Mahardika (@adhit_507)
    #operationskullandbombs #warbirdsosnb

  • Mahesa Indra

    Saya mulai menggemari Leather Boots sekitar tahun 2008, awalnya emang demen sama brand luar kayak Red Wing, White’s Boots, Wolverine 1000 miles dll . Tapi pada tahun 2010 saya mulai melihat banyak brand dalam negeri sudah mulai berani membuat produk leather boots. Beberapa produk saya coba… Hasilnya emang bervariasi. Ada yang emang setelah dipakai beberapa tahun masih bagus, ada yang dipakai sebentar udah kudu pensiun. Beberapa Brand masih bertahan sampai saat ini dan menurut saya beberap brand lokal yang idealis dan visinya kuat sudah mulai menemukan style dan gayanya masing-masing. Salah satunya Sagarabootmaker yang punya kreatifitas dan visi men developt produknya dengan sangat baik, dari sisi desain dan material mereka sudah “naik level”.

    Ke depan mungkin kita tidak perlu lagi ragu dengan produk lokal karena brand Indonesia sudah mulai bisa bersaing di tingkat Internasional. Tidak hanya dari sektor Boots mungkin ke depan dari industri jeans, denim dan fashion lainnya.

    Bangga dengan dengan kreasi Produk Indonesia…

    misi – 4
    #Operation Skull and Bombs

  • Faisal Ridha Yathesta

    Sebagai seseorang yang lahir dan besar di Yogyakarta, semenjak mengenal serta mengetahui bagaimana perkembangan local brand yang ada di daerah saya dan memperhitungkan bahwa local brand tidak main main dalam membuat produk nya sehingga dapat disandingkan dengan produk dari brand luar, dan harga yang bersaing serta kualitas yang sangat baik dari produk tersebut. Dimulai dari situ lah saya mulai melihat brand brand dari kota besar seperti Jakarta dan Bandung yang merupakan pioneer dalam local brand di Indonesia yang bisa dibilang terbaik dikelasnya. Local brand yang memiliki identitas yang kuat dan kualitas yang berani diatas rata rata yang menurut saya sangat patut diapresiasi karena yang seperti itulah yang akan tetap bertahan lama dalam industri seperti ini.

    Mission #4 (Final Mission) of Operation Skull And Bombs Sagara Bootmaker
    “Preaching Local Industry”
    Faisal R. Yathesta (@fslry)
    #OperationSkullAndBombs #WarBirdsOSNB #SagaraSquadron #OldblueGang

  • Dejan Savi

    fourth task of #operationalskullandbombs
    Opini saya terhadap local industry sejak saya mulai menggemari nya pd tahun 2013-an yakni tidak semua pelaku industri lokal memiliki komitmen untuk menjaga identitas hingga bertahan hingga bertahun-tahun kedepan.Banyak brand yang saya lihat memiliki potensi untuk di kembangkan pada tahun tersebut tetapi sekarang sudah tidak ada lagi,sedihnya sang owner nya pun memiliki hobi baru ataupun berganti pekerjaan.

    Lalu ada juga beberapa pelaku industri lokal yang hanya bisa meng-copy produk yang dihasilkan hingga teknik-teknik marketing yang dimiliki brand luar ataupun lokal lain nya.Yang menjadikan kita sering melihat barang yang itu-itu saja yang dijual di pasaran.

    harapan saya untuk pelaku industri lokal agar kedepan nya bisa memiliki identitas yang kuat dan memiliki kualitas internasional agar bisa di sandingkan dengan produk-produk luar yang memiliki kualitas yang kurang lebih sama tp memiliki harga yang jauh diatas.

    Sekian , Wassalam.

    Mission 4 : Accomplished!

  • Roland Septiady Sani

    Industri kreatif, ok, saya ambil dari sudut pandang saya sebagai seorang produsen pomade. Industri kreatif di Indonesia selayaknya didukung dengan kebijakan pemerintah. Industri kreatif hanya menjadi wacana jika regulasi pemerintah masih kolot.

    Mempersiapkan industri kreatif harus didukung infrastruktur dan suprastruktur yang memadai. Jika keduanya telah ditata dengan baik, maka sebuah jenama lokal akan menjadi ternama dan mendunia.

    Tentunya banyak jenis produk lokal kreatif yang berpotensi melejit ke kancah internasional. Sebut aja pomade. Banyak jenama pelumas rambut yang muncul dan diciptakan oleh anak-anak muda yang kreatif. Nilai perputaran fulus di bisnis gel rambut itu pun fantastis. Bukan tidak mungkin bisa mendongkrak dan memunculkan wirausaha baru yang masuk kategori di industri kreatif.

    Sayangnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), selaku regulator, masih terlalu kaku. Dengan dalih memberikan perlindungan kepada konsumen, mereka melarang peredaran minyak rambut tersebut jika belum memiliki izin BPOM.

    Terlalu naif jika dengan alasan demikian. BPOM meminta pelaku industri rumahan pomade memiliki pabrik kelas A yang harus dibangun di kawasan industri.

    Apakah itu caranya untuk memperoleh izin dari BPOM? Harus jadi penggede dulu untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan dan legalitas terhadap sebuah produk. Padahal jika BPOM benar menguji kandungan pomade yang diproduksi secara rumahan, kami yakin pasti memenuhi standar kelayakan. BPOM sepertinya lupa sebuah industri bergerak dimulai dari rumahan sebelum hijrah ke sebuah tempat produksi masif di kawasan industri.

    Konsumen juga tentu tidak bodoh. Mereka tahu mana merek yang bagus dan serius mana yang cuma asal-asalan. Konsumen sekarang mulai mencintai produk lokal ketimbang produk negara lain. Contoh saja untuk boots kita punya Sagara Bootmaker dan untuk denim Indonesia punya yang merajai pasar domestik dan juga didengar oleh khalayak international. Harapan saya, jangan sampai karena regulasi yang abu-abu, industri kreatif kita melempem.


  • Nurul huda

    Ketertarikan saya dengan brand lokal pada dasarnya berawal dari harga yang ditawarkan produk nya itu sendiri. Bayangkan saja, sebuah produk lokal dibanderol dengan harga yang hampir setara dengan brand luar negeri, dari situ lah saya mulai penasaran bagaimana sebuah brand lokal berani menjual produk dengan harga yang bisa dibilang mahal bagi pasar Indonesia, khususnya bagi anak muda. Setelah menelaah lebih dalam, saya memiliki pendapat pribadi mengenai fenomena brand lokal “mahal” ini. Menurut saya, brand lokal ini memang menjual filosofi dan ide yang benar benar di pikirkan secara matang sebelum didirikannya brand tersebut, di sisi lain, brand lokal ini bergerak

    Dengan idealisme nya masing-masing, alhasil brand tersebut memiliki posisi tersendiri di pasaran dan juga nama yang besar di scene brand lokal Indonesia, meskipun menurut saya brand tersebut tidak se populer brand lokal pada umumnya yang hanya menjual kreatifitas dan hanya berorientasi bisnis semata. Pada intinya, saat memiliki sebuah produk dari brand “mahal” tersebut, konsumen akan merasa bangga dan memiliki kepuasan tersendiri karena produk tersebut merupakan barang yang eksklusif, meskipun produk tersebut berasal dari brand lokal.

    Saya berharap kedepannya brand lokal mampu lebih trasparan mengenai detail produknya, karena dengan detail produk tersbut konsumen akan teredukasi juga merasa cocok dengan apa yang akan di belinya dan akan timbul rasa kebanggan.

    mission 4
    #operationskullandbombs #WarhorseOSNB #sagarasquadron

  • Wahyu Prasetya

    Saat ini perkembangan kreatif local brand sangat baik dan cepat. Menurut pandangan saya, Sagara Bootmakers dan Oldblue Co menjadi salah satu industri kreatif yang mengedepankan kualitas, Karena dari apa yang saya lihat, kedua brand ini memiliki kualitas produknya yang dimana mampu bersaing di pasar internasional. Ke depan nya mungkin kita tidak perlu ragu dengan produk local brand karena local brand sudah mampu bersaing di tingkat internasional.

    Harapan saya untuk local brand yakni kedepan nya bisa memiliki identitas yang kuat dan memiliki kualitas internasional agar bisa bersaing dengan produk-produk luar yang memiliki kualitas yang kurang lebih sama tp memiliki harga yang jauh diatas.

    Mission 4 : Victory!
    Warbirds Division

    IG : @indigoselvage

    #operationskullandbombs #wardbirdsonsb #sagarasquadron

  • ghuzan

    perkembangan dalam industri kreatif dan fashion di indonesia sangat cukup pesat, dalam bidang fashion terutama dan di kalangan muda yang kini cukup konsuntif,
    beramai ramai menggunakan brand brand hype ternama dari luar indonesia.
    berharap kedepan semakin banyak orang indonesia memakai produk lokal yg tidak kalah kualitas dengan produk luar..dan bisa membanggakan brand2 lokal indonesia
    IG : ghusansan
    team : warbirds

  • Oda Prawira

    Many people said Indonesia needs more entrepreneurs who are the actors in local movement for being competitive in the international market. It is true, if it is good. Look into the nearest competitors are from ASEAN with the new no barrier market, entrepreneurial is needed as long as the performance is growing and the business is sustainable.

    New ideas should keep up with effective business strategy and market changes, since Indonesia demographic particularly its consumer behavior and its effect towards buying decision is quite unique and significantly fluctuate. Moreover, new ideas do not always answer what market needs. Indonesia market changes rapidly, for a business whose goals only depend on the current market trend will absolutely die slowly. New ideas is not enough, infant business should be able to read and respond changes in the market

    The most valuable things in creative industry and local movement are their skills and grits, more importantly. I hope that every actors in the industry such as Sagara Bootmaker, Oldblue Co., Stockroom, Neighbourlist, and others, could or continue to share their skills and grits to the rest of Indonesian people. Influence them, both in taste and skill. Henceforth many more to start their business. I believe that Indonesia could be as great as Japan in making goods and manufacturing and USA and Europe in the social contribution.

    Final mission / Mission 4: Accomplished.
    @oda.ya Intel reports for #OperationSkullandBombs #WarhorseOSNB

  • whiskeyalphasierratangouniform

    Semenjak mengenal beberapa local brand di Indonesia, saya cukup optimis kedepan produknya dapat bersaing di kancah dunia. Namun identitas & orisinalitas brand cukup menjadi point penting disini. Banyak yang terlalu meng-copy brand luar, yang lebih parah meng-copy local brand demi mencari keuntungan semata.

    Harapan saya agar local brand lebih menjaga identitas & originalitas sehingga tercipta diversitas dalam produk. Mari bersama-sama, saling merangkul & mendukung agar local brand dapat bersaing di kancah dunia!

    IG: squadron24

    #OperationSkullandBombs Mission 4
    #SagaraSquadron #WarbirdsOSNB

  • Ridwan Fauzy Hidayat

    Operation Skull and Bombs: Mission 4
    Preaching Local Industry

    Beberapa Opini saya dari sudut pandang konsumen untuk para pelaku industri kreatif :
    – Identitas dan konsep, ketika Brand anda memiliki 2 unsur ini, eksplorasi kreatifitas akan lebih terarah dan konsumen pun akan lebih mudah mengenal dan respek terhadap Industri yang anda kembangkan.
    – Kualitas, sesuatu yang mungkin berat untuk dinego, ketika suatu Produk lebih mengedepankan ide-ide kreatif serta mass production tetapi melupakan build quality dari produk yang dibuatnya menurut saya akan menjadi sesuatu yang mubazir. Ada beberapa produk2 dengan gimmick handmade tetapi produk akhir mereka menjadi kurang memiliki value di mata konsumen karena build quality di bawah rata2. itu menjadi salah satu pertimbangan konsumen khususnya saya dalam membeli produk lokal.
    – Function, Mungkin istilah Form follow function harus menjadi salah satu acuan dalam Industri kreatif, karena bagaimanapun, konsumen khususnya saya ketika membeli suatu Produk apparel baik itu sepatu, tas, Jeans dan lainnya. hal pertama yang saya lihat adalah fungsi utama serta kenyamanan ketika saya memakai produk tersebut. Akan menjadi sia-sia apabila suatu produk yang dipoles dengan kreatifitas sedemikian rupa tetapi melupakan fungsi/faedah utama dari Produk tersebut.
    -Pricing, well hal ini mungkin akan berbeda-beda untuk tiap konsumen tergantung kekuatan finansial. tetapi percayalah, kebanyakan konsumen akan rela membayar lebih untuk produk dengan build quality yang baik serta produk yang memiliki value lebih seperti apakah itu proses pembuatannya handmade, sourcing raw material, serta ide-ide kreatif yang ditumpahkan selama proses pembuatan barang tersebut.

    akhir kata,
    Jayalah Industri Kreatif Indonesia
    Jayalah Indonesia -ku


  • arvianlimansyah

    Menurut gw, perkembangan local brand sudah cukup baik. Sudah cukup banyak brand lokal yang tidak hanya beken di negeri sendiri, pasar internasional pun sudah mencoba dan memvalidasi kualitasnya. Misalkan untuk leather boots, Sagara sudah sangat diakui oleh boots enthusiasts dan kualitasnya dibandingkan dengan boots yang namanya sudah sangat terkenal, seperti Red Wing, Wolverine, dll. Sehingga untuk memakai barang-barang local brand, gw tidak perlu mengambil mindset “membantu brand lokal”, karena secara kualitas sendiri brand lokal sudah bisa disandingkan dengan brand-brand internasional lainnya.

    Beberapa harapan, saran dan angan gw tentang local brand :
    -) Tingkatkan customer service dan aftersales. Buat gw, dua poin ini sangatlah penting dalam perkembangan local brand. Dengan CS dan aftersales yang baik, makin banyak alasan konsumen untuk memilih brand lokal dibandingkan brand internasional. Apalagi jika nanti harga brand lokal mulai mendekati harga brand internasional, dua faktor ini akan membuat brand lokal tetap lebih menarik dibandingkan brand internasional
    -) Memiliki arahan kreatifitas yang jelas. Dengan memiliki ini, brand lokal bisa memaksimalkan penggunaan gimmicknya dengan baik. Sehingga produk yang dia hasilkan bisa lebih spesifik dan menarik.
    -) Mengembangkan bahan mentah sendiri. Dengan mengembangkan bahan mentah sendiri, identitas brand akan terasa lebih kuat. Selain itu, kualitas brand tersebut akan lebih terjaga dan memungkinkan brand membuat running article yang memiliki kualias yang tinggi.

    Dan tentu saja, semoga local brand terus berjaya! Dari tanah sendiri hingga seluruh dunia.

    Terima kasih,
    Arfian A (@arvianlimansyah)

  • yusuf zulkibri

    as a local creative industry consumers, only several brands that stays on the track for their branding. consistent is the key, i think.

    mainly they only focus how to gain profit in a irresponsible way. why irresponsible? because they lack of values. whether its branding or the quality of product itself.

    for oldblue and sagara, i haven’t got a chance to own a pair of old blue jeans yet. but from what i’ve heard and saw, i think they keep their values strongly. (i’m a fan btw).
    and sagara is keep thriving. they have a strong value. development, knowledge, quality and branding movement.

    So, my dreams for Indonesia’s local creative industry is keep creating a strong value.

    why values are important?

    Brands make revenue, and thus profit. which means the economic value is likely to remain important.
    however, it is the consumer are prepared to pay money for products or service of a brand.
    they do so because it contributes to their personal value, both the functional and the symbolic ones.
    Brands can respond to this by by also pursuing social values : principle that hold meaning for people as ultimate personal values or as social values. this makes brands part of the social identity of people, some people describe this is a lifestyle value.

    keep thirsty my friends,

    mission #4 : local creative industry essay, accomplished.

  • andre wyse

    Sudah cukup banyak brands lokal yang berkembang dengan pesat diberbagai bidang. Termasuk bidang fashion. Tapi yang bagi saya yang terpenting adalah kualitas dan aftersales sebagai dasar identitas brands tersebut.

    Dalam pemilihan bahan baku untuk produk terbaik memang tdk selalu bisa menggunakan bahan baku lokal. Tapi ini bentuk komitmen para pengrajin dalam menghasilkan produk terbaik.

    Dan sebagai pecut untuk produsen bahan baku membuat bahan yang sebaik produsen kelas Eropa. #berharap , supaya harga jual dari brands lokal dapat lebih bersaing.

    IG : andrewyse
    #OperationSkullandBombs #Mission4
    #WarbirdsOSNB #SagaraSquadron

  • rizaldi

    Baik kalau saya boleh berharap untuk industri kreatif lokal, saya berharap agar brand2 lokal tidak pernah berhenti memperbarui produknya, karena kebanyakan dr konsumen akan merasa bosan jika produk yg di feature itu2 saja.

    Lebih dari itu, kualitas kontrol, pelayanan setelah penjualan, peran aktif brand meng-edukasi customer baik melalui caption medsos atau diskusi forum, pemahaman owner tentang segala detail kecil dan sejarah pada produk yg dibuat. Semua yg saya sebutkan tadi merupakan hal yang sangat saya perhatikan sebelum memilih brand yang akan saya pakai, dan disayangkan hanya ada pada beberapa brand lokal kita, ya sagara dan oldblue. Saya berdoa semoga industri kita dapat maju dan bersaing dengan brand brand global.

    #operationskullandbombs #warbirdsosnb #sagarabootmaker

  • Fadlan Minallah

    Masih banyak brand lokal yang belum punya segmentasi produk. Menurut saya segmentasi ini penting karena menambah value dari produk tersebut. Segmentasi termasuk desain, dan kualitas, dan kontrolnya di dalamnya. Yang disebutkan terakhir harus menjadi perhatian khsusus karena sering kali brand lupa dengan hal ini. Apalagi jika brand tersebut sudah mulai dikenal, akan tambah sulit melakukan kontrol terhadap produk.

    Peningkatan kreativitas juga dituntut seiring bertambahnya brand lokal yang mempunyai tujuan yang sama. Semoga brand lokal kedepannya bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

    #operationskullandbombs #warbirdsOSNB

  • Pingback: writeaessay()

  • Pingback: Buy cialis online()

  • Pingback: Generic cialis()

  • Pingback: Buy cialis online()

  • Pingback: latestvideo sirius639 abdu23na8578 abdu23na32()

  • Pingback: newtube sirius11 abdu23na5677 abdu23na4()

  • Pingback: download on mobile179 afeu23na5277 abdu23na57()

  • Pingback: jigdf43g6731 afeu23na9254 abdu23na82()

  • Pingback: sfgjidfgn783 afeu23na671 abdu23na65()

  • Pingback:

  • Pingback: Generic for cialis()

No more articles