EnglishIndonesian
Basuki Tjahaja Purnama, famously known as Ahok, and Djarot Saiful Hidayat has since lost the Jakarta’s highest position as governor for the 2017/2022 period to Anies Baswedan and Sandiaga Uno starting next October. The reaction from Jakarta’s crowd has been over-the-top, from the #RIPJKT trending through every online platform to flower bouquets flooding Balai Kota as a token of appreciation, full of meme-worthy phrases and emotional wounds that seem to describe Jakarta’s feelings. Yes, the loss is troubling, we feel it too – Jakarta has lost an influential figure in our government that has made a great impact on our society in so many ways and evolved it into something that we once consider impossible to be done. The emotional attachment for a governor as significant as Ahok is very much understandable. But hey, Jakartans, you’re not fucked up. 

Anies Baswedan and Sandiaga Uno has his fair share of saying stuff that some baffle about in the gubernatorial debates. Some of you may found that his promises seem staggering and somewhat unbelievable. But democracy has done its best to battle the finest to lead Jakarta and the winner has stepped up. While your devout emotion of seeing a very astounding leader pulled from the thrown and replaced by a controversial figure is mad and a bit sad – this doesn’t mean that you, Jakartans, should lose all faith in the system. It’s time to change your mindset. Jakarta has a vital role in being an example for other cities and we should live up to that standard by not being ridiculed this easily. Showing your participation in governmental executions, observing the keen details on the government’s movement, or just keep your mouth and mind open to any political debates is just some ways to present an attitude of change.

It’s on you – your attitude, belief, and your overall mindset – to make a better Jakarta whoever the leader is. Have your voice heard and your opinion critically challenged because it’s you, the people, that can make everything for the better.

If you ever again feel worse, check out this local street philosopher and poet, Brother D, mix his rhymes with Lilis Suryani original piece, Pada Paduka, below.

Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal dengan Ahok, dan Djarot Saiful Hidayat harus menerima kekalahan telak dalam Pilkada DKI Jakarta periode 2017/2022 dengan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang dimulai pada bulan Oktober nanti. Reaksi yang ditunjukan warga Jakarta sangat melebihi ekspektasi, dari trend #RIPJKT di seluruh online platform nasional sampai papan bunga yang dikirimkan warga Jakarta ke Balai Kota sebagai apresiasi mereka terhadap Ahok, penuh dengan meme-worthy phrases dan emosi yang sangat menggambarkan perasaan mereka. Iya, rasa kehilangan ini memang meresahkan – Jakarta telah “kehilangan” tokoh berpengaruh didalam kepemerintahan kita yang telah membuat dampak yang sangat berpengaruh dalam masyarakat kita dan mengembangkan sesuatu yang kita kira mustahil untuk dilakukan. But hey, Jakartans, you’re not fucked up.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah mengeluarkan pernyataan yang membingungkan beberapa orang saat debat Pilkada DKI 2017 kemarin. Beberapa dari kalian mungkin merasa terkejut dan tidak percaya dengan janji – janji-nya. Tapi demokrasi telah melakukan yang terbaik untuk menghadirkan tokoh pilihannya untuk memimpin Jakarta dan pemenang-nya telah diumumkan. Emosi dan kesedihan beberapa warga Jakarta sangat terlihat karena melihat pemimpin yang menakjubkan turun dari posisi-nya dan digantikan dengan seorang tokoh yang bisa dibilang cukup kontroversial – bukan berarti kalian, sebagai warga Jakarta, hilang rasa kepercayaan dengan pemerintahan. It’s time to change your mindset. Jakarta memiliki peran yang penting dalam menjadi contoh untuk kota – kota lain-nya dan kita harus live up to that standard dengan tidak dipermalukan semudah ini. Dengan menunjukan partisipasi dalam setiap kegiatan pemerintah, memperhatikan detil dalam setiap pergerakan pemerintah, atau dengan membuka mulut kalian dan pikiran kalian untuk semua debat politik dengan teman kalian adalah beberapa hal yang bisa menunjukan sikap untuk perubahan.

It’s on you – your attitude, belief, and your overall mindset – untuk menjadikan Jakarta yang lebih baik, siapapun pimimpin-nya. Biarkan suara kalian terdengar dan opini kalian secara kritis ditantang karena it’s you, the people, yang akan membuat segala sesuatu mennjadi lebih baik.

Kalau kalian masih merasa tidak terima dengan perubahan ini, chill out for a bit and check out this local street philosopher and poet, Brother D, mencampurkan sajak-nya dengan lagu original Lilis Suryani – Pada Paduka.

Man The Fuck Up, Jakartans
Reader Rating 8 Votes
8.8
No more articles